Tulis Artikel Daftar Penulis


skate park
Posted By ismawati pratiwi On 2011-12-08 10:56:13
big

KETABANG SKATE DAN BMX PARK SURABAYA

taman yang diresmikan pada tahun 2009 oleh bapak bambang dan ibu risma walikota ini, merupakan taman yang ramai dikunjungi oleh para remaja pencinta olahraga bmx dan skate, kenapa begitu, karena taman ini merupakan taman yang didirikan khusus untuk area olahraga skate dan bmx dapat dilihat dari fasilitas yang disediakan yaitu area skatepark serta area olahraga bmx yang begitu luas. taman ini merupakan skatepark terpanjang diseluruh indonesia. setelah peresmian sekitar kurun waktu 3 tahun, taman ini selalu ramai pengunjung, banyak anak muda surabaya memanfaatkan taman ini untuk sarana untuk memperdalam hobby skate dan bmx mereka. tetapi karena mungkin belum adanya kesadaran para remaja atas pemeliharaan fasilitas di taman ini, menjadikan taman ini agak terlihat kurang terawat, karena semakin banyak area skatepark atau bmx yang sudah agak rusak dan perlu adanya perbaikan.oleh karena itu sebaiknya direnovasi terlebih dahulu kerusakan-kerusakan di taman ini, kemudian setelah selesainya perbaikan diharapkan para remaja surabaya bisa menjaga fasilitas umum yang telah disediakan oleh pemerintah surabaya.

Habiskan 2.500 Tusuk Sate Kelapa per Hari dengan O
Posted By WARDOYO On 2011-11-15 05:18:32
big

Keunikan lain dari kota Surabaya yang paling khas adalah Sate Klopo. Beda dengan sate kambing, Sate Klopo ini terbuat dari daging sapi dan dilumuri bumbu kelapa sejenis serundeng. Dilengkapi dengan bumbu sate yang khas pula dan poya kacang menjadikan makanan ini gurih dan lezat di lidah. Di antara warung sate klopo yang ada di Surabaya, warung sate klopo Bu Asih terbilang paling laris dan terkenal. Warung ini berada tepat di ujung gang Ondomohen Magersari II Jl. Walikota Mustajab Surabaya. Atau kurang lebih 200 meter ke arah barat dari kantor Walikota Surabaya. Uniknya lagi warung bu Asih ini tidak berada di bangunan permanen yang bagus dan mapan namun berada di atas trotoar terbuka dalam bentuk “eber-eber”.

Usaha Warung Sate Klopo ini mulai dibuka oleh orang tua Bu Asih 40 tahun lalu dan diteruskan oleh Bu Asih yang saat ini berusia 52 tahun sejak 1987. Saat ini, dalam menjalankan usahanya Bu Asih dibantu oleh tiga orang wanita kerabat dekatnya yang juga berasal dari Madura. Setiap hari Bu Asih menghabiskan tidak kurang dari 25 kg daging sapi atau sekitar 2.500 (dua ribu lima ratus) tusuk sate. Dengan volume penjualan sebesar itu bisa ditaksir omset penjualan Sate Klopo Bu Asih bisa mencapai Rp 4.000.000,- (empat juta rupiah) per hari atau sekitar Rp 100.000.000,- (seratus juta rupiah) dalam satu bulan. Anda yang berkunjung di kota Surabaya, belum lengkap bila belum mampir ke Warung Sate Klopo Bu Asih Jl. Walikota Mustajab Surabaya

GWALK,SERASAHA DI SINGAPORE
Posted By SISKA MAHARANI On 2011-11-14 16:09:00
big

Pusat perbelanjaan yang menawarkan sejumlah kafe memang kerap menjadi pilihan utama para eksekutif muda untuk sekadar menyeruput secangkir dua cangkir espresso hitam. Namun, pusat perbelanjaan tidak lagi menjadi satu-satunya alternatif bagi mereka. Tengoklah Taman Gapura Walkway atau biasa disebut Gwalk yang kini menjadi tempat alternatif melepas kepenatan dari keseharian bekerja. Lokasinya yang berada di dalam lingkungan perumahan Citraland menghadirkan suasana aman dan nyaman bagi pengunjung. "Konsep yang dikembangkan di Gwalk adalah clean, green, dan modern. Orang sekarang lebih suka berada di luar ruangan daripada berada di ruang ber-AC", kata Marketing Manager Citraland D Agung Krisprimandoyo, Kamis (29/1).

Meski berada di luar ruangan, kenyamanan dan kebersihan Gwalk diutamakan. Memasuki Gwalk, pengunjung bebas memilih tempat parkir gratis persis di dekat mereka bersantap. Saat menikmati hidangan, mereka tak perlu khawatir terusik lalu lalang pengamen seperti di tempat lain. Sekilas, kompleks Gwalk disulap layaknya pusat makanan outdoor sekaligus modern khas gaya hidup Singapura. Tema menjajakan makanan ala Clarke Quay, pusat makanan (food court) paling terkenal di Singapura, begitu kental terasa di Gwalk. Jalan sepanjang satu kilometer di kompleks perumahan Citraland ini dipenuhi dengan kafe-kafe mulai dari makanan ringan, makanan utama, hingga sekadar es krim sebagai makanan penutup. Puluhan penjaja makanan dan minuman membuka gerai di jalan ini. 

Pengunjung dapat memilih berbagai jenis makanan tanpa harus berpindah tempat duduk. Jarak tempuh satu kilometer tidak akan membuat pegal pengunjung lantaran Gwalk menyediakan jalan khusus pedestrian. Satu hal yang menarik adalah, dari sekitar 86 gerai yang tersebar di Gwalk, tak satu pun terlihat gerai bermerek luar negeri. "Kami sengaja menampilkan gerai-gerai yang menampilkan masakan dalam negeri, khususnya masakan khas Surabaya. Kalau gerai-gerai branded yang ditawarkan nuansanya akan lain," tutur Agung. Di hari biasa, pengunjung Gwalk didominasi penghuni kompleks perumahan Citraland yang berjumlah sekitar 4.500 warga. Namun, pada saat akhir pekan, pengunjung berdatangan dari seluruh Surabaya hingga luar kota.

Taman Mundu Surabaya
Posted By SRI HARIYANI On 2011-11-11 10:27:16
big

Jaman dahulu kala, taman ini merupakan hamparan lahan ijo yang nggak jelas juntrungannya mau di buat apa. Biasanya di pakai untuk bermain sepakbola oleh orang-orang sekitar.Tempatnya di seberang stadion Tambaksari persis dan di belakangnya ada SDN Tambaksari.

Sekarang hamparan tanah itu tadi sudah menjelma jadi taman cantik.. Ada pijat kaki seperti di Taman Bungkul, toiletnya bersih, belum  banyak PKL, belum banyak orang pacaran (karena saya datang pagi), ada taman bermain anak-anak, air mancur cantik, dan air kran yang bisa diminum.

Taman Mundu menjadi wahana baru taman rekreasi bagi warga Surabaya. Taman seluas 4.800 meter persegi  di Jl. Tambaksari ini  melengkapi jumlah taman baru di Surabaya yang telah diresmikan sebelumnya, seperti  Taman Persahabatan Surabaya-Korea Selatan di Jl. Dr Sutomo dan Taman Ronggolawe di Jl. Joyoboyo

 

 

TAMAN BUNGKUL
Posted By YUSAK PRAMBODO On 2011-11-07 08:21:00
big

Kalau di tanya dimanakah jantung kota Surabaya, maka jawabannya adalah di Taman Bungkul. Karena itu tidak salah jika wajah Taman Bungkul sudah berubah 180' dari sekitar 3 tahun yang lalu. Taman kota yang sebelumnya kotor dan gelap, kini sekarang sudah menjadi sebuah taman wisata yang sangat ramai dikunjungi tiap hari oleh warga Surabaya dan sekitarnya. Taman Bungkul sendiri sebelumnya dibangun karena adanya makam tokoh sejarah seperti Ratu Kamboja, Ratu Campa, Tumenggung Jayengrono, dan Ki Ageng Supo (atau yang lebih dikenal dengan mbah Bungkul). Karena keberadaannya yang sangat strategis maka Pemkot Surabaya mengubah wajah Taman Bungkul menjadi sebuah taman kota yang sangat menarik. Air mancur dan kerlipan lampu hias pada malan hari semakin membuat semarak di Taman Bungkul.

Banyak alasan mengapa Taman Bungkul saat ini menjadi salah satu objek wisata pilihan kota Surabaya. Fasilitas yang relatif lengkap adalah salah satu alasan mengapa Taman Bungkul tidak pernah sepi dari pengunjung sejak subuh hingga larut malam. Fasilitas seperti Hot spot, biker and skater zone, warung tenda, wartel, taman bermain hingga panggung untuk pagelaran musik dan seni ada semuanya disana. Bahkan khusus pada sabtu dan minggu malam ada pertunjukkan musik secara reguler yang diadakan oleh berbagai macam sponsor atau partai yang sedang mengadakan kampanye politik. Untuk anak-anak yang ingin bermain seperti layaknya jenis permainan di sekolah juga bisa dilakukan di Taman Bungkul. Hot spot untuk internet gratis yang terdapat pada titik Taman Bungkul juga seringkali di manfaatkan remaja disana untuk sekedar chatting atau mengerjakan tugas sekolah dan kuliah.

Untuk para Night Lover, maka Taman Bungkul juga menjadi salah satu tempat yang bisa dipakai untuk menghabiskan malam untuk sekedar duduk-duduk atau bermain disekitar lingkaran Taman Bungkul karena disana terdapat banyak penjual kopi keliling yang bisa menjaga mata anda tetap "melek" menikmati malam kota Surabaya. Buat yang masih jomblo bisa juga sekedar ngeceng cari kenalan atau liat rok mini yang banyak beredar disana hihihihi...Untuk yang doyan High Risk Sport seperti skater dan biker juga bisa memanfaatkan Zone dan fasilitas yang ada di Taman Bungkul. Warung tenda dengan berbagai macam jenis makanan dan jajanan bisa menjadi alternatif dalam memanjakan perut kita yang sudah kosong ketika berada di Taman Bungkul. Tidak ada tarif masuk yang diberlakukan di Taman Bungkul namun Rp 1000 - Rp 5000 untuk biaya parkir adalah pengeluaran yang harus anda siapkan jika memakai sepeda motor dan mobil untuk masuk wilayah Taman Bungkul.

Secara keseluruhan Taman Bungkul memang sudah menjadi sebuah tempat yang membanggakan kota Surabaya. Pemkot Surabaya berhasil mengubah taman mati menjadi sebuah taman rekreasi kota yang hijau dan penuh fasilitas. Untuk anda yang memutuskan untuk berwisata di Surabaya, maka belum lengkap jika anda belum mengunjungi dan menghabiskan waktu di Taman Bungkul karena ada banyak hal yang bisa kita nikmati di sana selain rok mini tadi hehehe...

Tulis Artikel Daftar Penulis
Everything About Surabaya
s s s s s